Postingan

Agenda Konferensi Ekonomi Kreatif Bali ke SU PBB 2019-Bagian Terakhir

Gambar
Tak banyak berubah dari bagian pertama, publikasi tentang upaya membawa hasil konferensi Ekonomi Kreatif 2018 yang akan dibawa ke Sidang Umum PBB 2019. Meskipun begitu, untuk melengkapi 21 poin Agenda Bali, berikut selengkapnya: Mempromosikan partisipasi penuh daeri sektor swasta dalam semua aspek perencanaan dan implementasi Ekonomi Kreatif, dengan kesadaran bahwa bahwa kemitraan publik-swasta adalah unsur penting dalam mencapai nilai sosial dan manfaat penuh dari Ekonomi Kreatif;  Meningkatkan kolaborasi di antara berbagai pemangku kepentingan termasuk sektor swasta, pencipta, lembaga pemerintahan dan pendidikan, tidak hanya untuk manfaat ekonomi tetapi juga untuk meningkatkan ketahanan budaya dan membangun identitas nasional; Melanjutkan  promosi diskusi dan pertukaran di antara berbagai pemangku kepentingan di berbagai forum dan level, seperti dalam forumFriends of the Creative Economy; Membina  perkembangan e-commerce dan kekayaan intelektual sebagai alat ...

Agenda Konferensi Ekonomi Kreatif Bali 2018 ke SU PBB 2019- Bagian Pertama

Gambar
Pada Kongres Ekonomi Kreatif Dunia 2018 di Bali, Indonesia selaku tuan rumah mencatat sukses besar dengan kesepakatan yang dituangkan dalam 21 poin  Agenda Bali yang akan dibawa ke pertemuan PBB tahun depan. Selain itu menjadikan Dubai, Uni Emirat Arab, sebagai tuan rumah  WCCE 2020 selaku pengaju proposal yang paling awal. Dan seperti yang telah dipaparkan pada  tulisan sebelumnya,   K onferensi yang telah menjadi  merek Indonesia dan    ini menghasilkan banyak gagasan yang menguatkan keyakinan  bahwa    ekonomi kreatif akan menjadi tulang punggung perekonomian negara-negara pesertanya. Paling tidak, Indonesia telah menunjukkan bukti-bukti kongkrit bahwa sektor ini sesuai dengan rerangka berpikir SDG's    ( SustainablDevelopment G oals ).  Dalam sesi pemaparan, Menkeu Sri Mulyani Indrawati menjelaskan kepada para peserta Kongres tentang sumbangan sektor ekonomi kreatif terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) Indo...
Gambar
Masuknya nama Indonesia dalam Top 10 negara yang wajib dikunjungi versi Lonely Planet merupakan kesempatan besar bagi industri pariwisata di tanah air. Beragam  alasan para ahli memilih Indonesia untuk masuk dalam 10 negara yang harus dikunjungi. Mulai dari memiliki kekayaan alam, ragam budaya, hingga kulinernya. Selain itu, pada kebijakan Pemerintah Indonesia memberikan akses Bebas Visa Kunjungan (BVK) untuk 169 negara di dunia, juga dipuji. Sebagai buktinya, sampul majalah traveling   Best in Travel 2019 tersebut adalah Pura Ulun Danu di Bali. Industri pariwisata Indonesia dalam satu dasawarsa terakhir berkembang pesat. Banyak bermunculan destinasi baru yang menawarkan pesona  khas. Dari yang berpanorama indah laksana bidadari surga, tempat-tempat yang mengundang selera berpetualang memacu adrenalin, sajian menu khas beraneka rasa dan rupa, serta kerajinan tangan berbagai bahan dasar dan fungsinya. Semua diangkat ke permukaan oleh orang-orang kreatif. Melalui pa...

Membangun Semangat Belajar Dalam Pola Budaya Literasi

Gambar
Literasi adalah segala hal yang berkaitan dengan baca, tulis dan hitung ( calistung )  dan TIK (Teknologi Informasi dan Komputasi). Literasi merupakan pola budaya masyarakat modern . Dan calistung menjadi pintu pertama dan utama untuk membangun budaya literasi. Membaca  atau iqra'  ibarat kaki bagi tubuh manusia. Semakin kokoh kaki itu, semakin kuat pula kakinya melangkah ke pintu-pintu pengetahuan lain. Membaca yang baik adalah sampai kita paham makna yang ada di dalam bacaan itu. Bagi pemula, yaitu anak atau orang dewasa yang baru belajar, membaca harus dilakukan  mendului belajar menulis dan menghitung. Bagi anak,  peran orang tua sangat penting meskipun anak itu "dititipkan belajar" di tempat bimbingan belajar. Membaca adalah suatu proses kontinu. Dilakukan dari awal, dengan cara atau metode tertentu, bertahap dan berkelanjutan. Belajar yang baik tidak pas dengan cara instan. Seperti orang berjalan, dimulai dari merangkak lalu jalan tertatih dan ja...

Tamasya ke Kampung Batik

Gambar
Hari ini siswa kelas 1 sampai 5 SDN 1 Kebumen melakukan tamasya edukatif ke Kampung Batik di Desa Gemeksekti Kebumen. Berangkat dari sekolah menggunakan beberapa minibus. Kami disertai oleh 6 guru. Di Kampung Batik kami diajarkan cara membuat batik tulis. Pertama kali, kain mori yang akan dibuat batik diberi motif bunga dikenalkan dengan malam cair, setelah jadi dikumpulkan oleh pemandu yang bernama Bu Titin. Kemudian semua siswa kelas 3 berfoto bersama. Lalu kami berjalan kaki ke rumah Bapak Sutrisno, guru kelas 3. Di sana, kami dijamu dengan makanan dan melihat ternak sapi yang dipelihara oleh  Pak Trisno. Sekira satu jam kami segera kembali bis masing-masing. Ada kelas lain yang melanjutkan perjalanan ke kebun binatang. Kelas 3 kembali ke sekolah. Itulah ceritaku. Salam. Novi Nur Aini Di sekitar rumah Pak Trisno ada lapangan yang kami jadikan tempat untuk bermain sepakbola. Yang ikut bermain sepakbola Fredy, Raihan, Evan Fatin, Jefry, Evan Pramudya, Raditya dan Avatar...

Asyiknya Jadi Relawan Kemanusiaan, Bagian Satu

Gambar
Jadi relawan kemanusiaan memang bukan cita-cita. Apalagi hanya bermodalkan semangat, sedikit pengetahuan dan relasi personal. Tanpa identitas pasti, selain KTP dan keyakinan diri yang datangnya dari niat tulus membantu sesama. Semua proses mengalir seperti air sungai yang mengarah ke muara. Dan akhirnya berbaur di lautan.  Lalu di mana sisi menariknya jadi relawan kemanusiaan? Ketika terjadi kerusuhan sosial di tahun 1998, Kebumen Kota mengalami situasi serupa. Saat itu, 7 September, menjelang tengah hari. Saya dan beberapa teman sedang belajar cara memelihara komputer di Markas PMI yang berada di kompleks rumah dinas Bupati. Seperti biasa, kami selalu menghidupkan pesawat komunikasi. Senkom Pemda Kebumen meminta bantuan ambulans dan personil nya ke Terminal Non Bus yang jaraknya cukup dekat. Kami yang di Markas terus memantau situasi yang dikabarkan oleh Senkom maupun Polri selaku mitra kerja PMI. Kurang dari setengah jam, salah satu personil ambulans pulang ke markas memba...

Mencoba Pahami Tema Haornas 2018 - Bagian Dua

Gambar
Bagian Dua Sebagai bentuk ajakan, tema Haornas 2018 cenderung mengarah pada pemasalan kegiatan olahraga rekreatif seperti senam Poco-Poco, Maumere dan mungkin goyang dayung di berbagai kesempatan. Begitu juga dengan pembangunan sarana/ prasarana olahraga desa. Untuk hal terakhir, dana desa dalam APBN akan ditambah jumlah dan catatan alokasinya. Bagaimana nasib cabang-cabang olahraga prestasi yang tidak termasuk olympic games? Masih mungkinkah cabor non populis semisal Bridge melanjutkan mimpi indahnya ke ajang Olimpiade? Banyak hal yang layak jadi bahan pertanyaan berkaitan dengan tema ajakan “ayo olahraga”. Apa yang dimaksud dengan olahraga. Sebagai subyek, obyek, keterangan atau pelengkap penderita-kah? Subyek olahraga adalah atlet, pelatih, pembina, pendukung ( supporter dan donatur atau sponsor) dan sejumlah lembaga yang berwenang menyelenggarakan olahraga. Termasuk induk cabang-cabang olahraga, KONI, KOI, pemerintah, DPR/ DPRD, Badan Arbitrasi Olahraga dan lain-lain. Sedan...